Menjelang dua dekade perjalanan musiknya, RAN kembali menghadirkan langkah yang penuh makna di tahun 2026. Setelah sukses menggelar musikal “Pandangan Pertama” bersama Jakarta Movin dan Seraya Live pada April lalu, RAN kini melanjutkan perjalanannya menuju perayaan 20 tahun berkarya lewat perilisan super remake music video “Pandangan Pertama”, yang dibuat hampir identik dengan versi aslinya pada tahun 2006.
Jika musikal “Pandangan Pertama” menjadi bentuk perayaan perjalanan mereka lewat panggung teater, maka remake music video ini adalah cara RAN kembali menengok titik awal yang mengubah hidup mereka. Bagi RAN, “Pandangan Pertama” bukan sekadar lagu debut, melainkan fondasi yang membawa tiga anak SMA menjadi salah satu grup musik dengan perjalanan paling panjang di industri musik Indonesia.
“Kita nggak pernah benar-benar meninggalkan lagu ini,” ujar Nino Kayam. “Semakin dewasa, kita justru makin sadar kalau hidup kita berubah karena satu lagu ini. Yang dulu terasa sederhana, sekarang rasanya sakral banget.”
Menariknya, music video “Pandangan Pertama” yang dikenal banyak orang selama ini ternyata bukan berasal dari akun YouTube resmi RAN. Pada era awal 2000-an, video klip tersebut dibuat sebagai kebutuhan promosi agar lagu dapat tayang di televisi musik nasional. Namun ketika YouTube mulai menjadi rumah utama video musik, RAN justru lupa mengunggahnya ke kanal resmi mereka.
Lucunya, video itu kemudian hidup sendiri di internet setelah diunggah oleh seseorang yang hingga kini tidak pernah mereka kenal.
“Selama bertahun-tahun orang nonton MV ‘Pandangan Pertama’ dari upload-an orang random yang bahkan kita nggak tahu siapa,” cerita Nino sambil tertawa. “Dan anehnya, itu justru jadi bagian dari sejarah lagu ini.”
Karena alasan itulah, saat memutuskan membuat ulang music video tersebut, RAN tidak ingin menghadirkan versi modern yang terlalu berbeda. Mereka justru berusaha menghidupkan kembali rasa yang sama seperti video aslinya. Mulai dari wardrobe, styling, angle kamera, gestur, hingga tone visual dibuat semirip mungkin dengan versi 2006.
“Kita benar-benar sampai nonton frame per frame video lama buat memastikan semuanya terasa familiar,” ujar Rayi Putra. “Ini bukan tentang memperbaiki masa lalu, tapi menghormati awal yang membentuk kita.”
Sementara itu, Asta Andoko mengaku proses remake ini terasa jauh lebih emosional dari yang mereka bayangkan.
“Ada momen waktu syuting di mana kita tiba-tiba diem sendiri karena kayak ketemu versi muda diri kita. Semua memori itu balik lagi,” kata Asta. “Dan ternyata setelah 20 tahun, chemistry itu masih ada.”
Di balik proses yang penuh nostalgia tersebut, ada pula cerita kecil yang membuat mereka tertawa selama syuting berlangsung. Pada music video original tahun 2006, Nino ternyata menggunakan sepatu Nike KW karena keterbatasan biaya styling saat itu. Ketika tim produksi mencoba mencari sepatu yang sama untuk remake versi 2026, mereka baru mengetahui bahwa versi original sepatu tersebut memang ada, tetapi kini sudah sangat langka.
“Pas kita cari lagi, ternyata ada versi originalnya, cuma susah banget dicari karena emang udah langka,” kata Nino sambil tertawa. “Tapi lucunya, karena dulu gue pakainya yang KW, akhirnya demi akurasi sejarah… gue beli yang KW lagi.”
Meski dipenuhi cerita hangat dan nostalgia personal, remake “Pandangan Pertama” bukan sekadar upaya mengulang masa lalu. Bagi RAN, karya ini menjadi pengingat bahwa perjalanan mereka tidak pernah benar-benar berhenti.
Setelah musikal yang sukses membawa “Pandangan Pertama” ke panggung teater, remake music video ini menjadi langkah berikutnya menuju perayaan 20 tahun RAN yang akan digelar pada akhir tahun nanti.
“Kami nggak melihat ini sebagai comeback,” tambah Nino. “Karena buat kami, perjalanan itu nggak pernah berhenti. Ini cuma kelanjutan dari langkah yang sudah dimulai sejak ‘Pandangan Pertama’.”
Dan seperti lagunya yang terus menemukan pendengar baru selama dua dekade terakhir, RAN percaya perjalanan mereka masih akan terus berjalan.
“Dua puluh tahun bukan garis akhir,” tutup Nino. “Ini cuma pengingat kalau semuanya dimulai dari satu pandangan pertama, dan sejak saat itu kita nggak pernah berhenti jalan bareng.”
